Navigasi Menu
Hotline
|
Customer Service : Telepon. (021) 530-1390 Telepon. (021) 548-1608 |
Link Afiliasi
-

ABC Lab. (USA)
http://www.abclab.com -

ABC Lab. (Philippines)
http://www.abclab.com.ph
Lipoprint : Cara Untuk Analisis Pola Lipid Darah
Penulis : Prof. Marzuki Suryaatmadja
Pada beberapa tahun terakhir ini telah diperkenalkan cara untuk memisahkan subfraksi lipoprotein dengan metode elektroforesis menggunakan jel poliakrilamid (polyacrylamide gel). Salah satu cara adalah dari Quantimetrix yang dikenal sebagai Lipoprint. Dengan cara ini dapat dipisahkan 12 fraksi, dimana ada 7 subfraksi LDL. Dengan demikian dari pola subfraksi lipoprotein yang dihasilkan dapat ditafsirkan dan dilaporkan apakah risiko rendah atau tinggi.
Analisis Lipid Darah Sebagai Faktor Risiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Penulis : Prof. Marzuki Suryaatmadja
Kelainan lipid darah (dislipidemia) telah diakui sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit jantung koroner (PJK) atau penyakit kardiovaskular (PKV) atau aterosklerosis pada umumnya. Analisis lipid darah merupakan salah satu panel pemeriksaan laboratorium yang paling sering diminta dan sudah merupakan bagian penting dari panel atau paket pemeriksaan kesehatan (medical check-up) Dalam perkembangannya telah terjadi pergeseran parameter dan juga cara analisis lipid darah untuk mencapai tingkat ketepatan yang terbaik. Pada artikel ini akan dibahas perkembangan analisis lipid sebagai upaya deteksi dini penyakit jantung koroner
Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah
Penulis : Prof. Marzuki Suryaatmadja
Dalam beberapa decade belakangan ini angka kematian oleh karena penyakit kardiovaskular terus meningkat dan kini penyakit ini telah merupakan penyebab utama kematian untuk penduduk usia diatas 45 tahun di seluruh dunia. Hal ini dijumpai tidak hanya di negara industri atau negara maju tetapi juga di negara berkembang seperti di Indonesia. Di Indonesia berdasarkan sensus kesehatan rumah tangga (SKRT) yang dilakukan tiap 4 tahun, sejak tahun 1992 penyakit jantung koroner sudah menduduki peringkat nomor satu. Sampai dengan sensus terbaru peringkat ini masih tetap dipegang oleh penyakit kardiovaskular.

