Pra Analitik dan Analitik Pengukuran Kadar Hormon

Penulis : Prof. Marzuki Suryaatmadja, SpPK(K)

Hormon adalah produk sistem endokrin. Di samping organ endokrin yang sudah dikenal luas seperti hipotalamus, hipofisis, tiroid, paratiroid, adrenal, testis, ovarium, dan pankreas sekarang diketahui bahwa ada banyak organ lain yang juga dapat mengeluarkan hormon seperti jantung, sel adiposit, dan lain-lain. Pada beberapa keadaan dan penyakit yang berkaitan dengan organ endokrin atau kadar hormon maka diperlukan pengukuran kadar hormon tertentu. Pengukuran kadar hormon merupakan sebagian kecil dari pemeriksaan laboratorium.

Details

Pemeriksaan Hormon Saliva

Penulis : Dr. Lucy Liana, SpPK

Secara fisiologi hormon bersirkulasi di dalam darah. Ada 2 bentuk hormon yaitu bentuk terikat dengan protein dan tak terikat protein (bebas). Bentuk terikat mencapai kira-kira 90-99% dari total hormon yang bersirkulasi di dalam darah. Secara biologis hormon yang aktif lebih kecil jumlahnya yang disebut hormon bebas / tak terikat. Hormon bebas di dalam aliran darah jumlahnya berkisar antara 1-10% dari total hormon.
Ada banyak cara pemeriksaan hormon (dari darah, saliva dan urin), tetapi yang paling mutakhir dan memiliki nilai diagnostik adalah dari bahan saliva, karena dapat mengukur kadar hormon bebas. Saliva merupakan medium yang sangat baik untuk mengukur hormon saliva merupakan ultra filtrat darah yang alami, sehingga hormon yang bebas di dalam darah akan berdifusi masuk ke dalam saliva.

Details

Peran Laboratorium Klinik dalam Program Anti-Penuaan

Penulis : Prof. Marzuki Suryaatmadja

Proses Penuaan tidak lagi diterima sebagai proses alamiah yang wajar tetapi sebagai suatu proses yang dapat diperlambat dan bahkan dipulihkan dengan program anti penuaan. Telah dikembangkan cabang ilmu kedokteran anti penuaan (anti-aging medicine).
Dalam program anti penuaan termasuk penggunaan hormon untuk pengganti / sulih dan juga sebagai penambah. Prinsip yang diantu adalah dengan mengembalikan kadar hormon ke tingkat optimum diharapkan dapat dicapai kondisi vitalitas optimum pula. Jadi walaupun usia kronologis sudah tua tetapi usia biologis lebih muda.
Dalam makalah ini dibahas beberapa aspek penggunaan hormon dalam program anti penuaan umumnya dan peran laboratorium klinik pada program anti penuaan khususnya serta lebih khusus lagi analisis hormon.

Details