Apakah yang dimaksud dengan vitamin D?

Vitamin D, sebenarnya bukanlah “vitamin” seperti vitamin-vitamin yang lain tetapi lebih merupakan prohormon yang perannya pada sistem endokrin telah dimantapkan pada tahun 1970-an. Vitamin D terdiri dari vitamin D2 (ergocalciferol), vitamin D3 (cholecalciferol), dan berbagai metabolitnya. Yang terpenting adalah vitamin D3.

Apakah peran vitamin D dalam tubuh?

Vitamin D berperan memfasilitasi penyerapan kalsium dan fosfat di usus yang mendukung fungsi otot saraf (neuromuskular) dan mineralisasi gigi dan tulang. Pada tahun 1822, J Sniadecki telah menyatakan adanya pengaruh kuat dan nyata antara sinar matahari dengan penyakit rachitis (rickets) pada anak di kota-kota dengan populasi yang padat dan jalan-jalan sempit yang jarang kena sinar matahari. Pada orang dewasa dapat terjadi osteomalasia. Kadar rendah kalsium darah (hipokalsemia) dapat disertai tetani. Kelebihan kadar vitamin D dapat menyebabkan kadar tinggi kalsium darah (hiperkalsemia), kadar tinggi kalsium urin (hiperkalsiuria), batu saluran kemih, intoksikasi, demineralisasi tulang, sukar buang air besar (konstipasi) dan kelemahan otot. Ternyata kemudian vitamin D juga berperan pada berbagai penyakit yang dijelaskan dengan reseptor inti di banyak jaringan tubuh. Vitamin D berperan pada respons imun. Banyak studi epidemiologis juga menunjukkan bahwa vitamin D berperan pada pencegahan terhadap kanker, diabetes, penyakit jantung, psoriasis, penyakit-penyakit infeksi, sklerosis multipel, tuberkulosis, penyakit Alzheimer, dan kelainan autoimun.

Bagaimanakah vitamin D diperoleh oleh tubuh?

Tubuh memperoleh vitamin D dari makanan dan pengaruh sinar matahari. Di kulit terdapat zat 7-dehydrocholesterol (provitamin D) yang dengan pengaruh sinar ultra violet dari sinar matahari akan diubah menjadi cholecalciferol (vitamin D3). Vitamin D3 dan D2 juga didapatkan dari makanan. Selanjutnya di hati cholecalciferol diubah oleh enzim 25-hydroxylase menjadi 25(OH) cholecalciferol (calcidiol), yang di ginjal oleh enzim 1α-hydroxylase diubah lagi menjadi 1,25(OH)2 cholecalciferol (calcitriol). Di ginjal hormon paratiroid PTH menurunkan kadar fosfat plasma berlawanan dengan calcitriol. Selanjutnya calcitriol dikirim ke tulang, usus, otot, dan organ lain.

gbr 1

Mengapa dapat terjadi kekurangan atau kelebihan vitamin D?

Kekurangan vitamin D dapat disebabkan oleh kurangnya paparan terhadap sinar matahari ( a.l. penggunaan Sunscreen SPF ≥8, kulit berpigmen, usia lebih dari 65 tahun, musim dingin, gaya hidup di dalam ruang saja). Penyebab lain karena asupan makanan yang kurang, penyerapan yang kurang (malabsorpsi, pasca operasi usus, penyakit usus, obat penghambat serapan kolesterol), peningkatan katabolisme (obat-obatan anti kejang), peningkatan kehilangan (sindrom nefrotik), dan penyakit hati berat. Sebaliknya dapat pula terjadi kelebihan vitamin D dengan hiperkalsemia pada intoksikasi vitamin D atau 25(OH)D.

Mengapa vitamin D perlu diperiksa?

Kadar vitamin D perlu diukur pada kelainan otot saraf dan tulang. Sekarang diketahui perannya yang lebih luas sehingga penting pula untuk mengukur kadar vitamin D pada kelainan-kelainan autoimun, berbagai jenis kanker, diabetes melitus, penyakit jantung, psoriasis, penyakit-penyakit infeksi, sklerosis multipel, tuberkulosis, penyakit Alzheimer, dan lain-lain.

gbr 2

Jadi indikasi pengukuran kadar vitamin D adalah untuk mendeteksi adanya dan beratnya kekurangan vitamin D, memantau hasil pengobatan pemberian suplementasi vitamin D, mendeteksi adanya kadar toksis vitamin D. Semula dianggap kekurangan vitamin D jarang di Indonesia karena banyak sinar matahari, namun ternyata setelah diukur banyak dijumpai.

Bagaimana kadar vitamin D diperiksa?

Pengukuran kadar vitamin D dalam darah tersering dilakukan dengan mengukur kadar metabolitnya yang stabil yaitu 25(OH)Vit D karena paling sesuai dengan gejala klinis. Laboratorium Klinik Utama ABC menggunakan metoda immunoassay jenis electrochemiluminescence binding assay yang sensitif dapat mengukur kadar rendah.

Bagaimana penafsiran hasil pemeriksaan kadar vitamin D?

Penafsiran kadar vitamin D dapat berbeda berdasarkan regional, Iklim, ras / etnik, usia, jenis kelamin, metoda pemeriksaan dan lain-lain. Pada umumnya ada 2 pedoman yang dirujuk yaitu yang dikeluarkan oleh Institute of Medicine (berdasarkan kadar pada populasi Amerika Serikat yang sehat) dan dari Endocrine Society (berdasarkan timbulnya defisiensi).

tabel 1

Ringkasan

Vitamin D (khususnya vitamin D3) diperlukan oleh tubuh untuk fungsi saraf otot dan gigi tulang serta banyak organ lain. Sumber vitamin D adalah dari makanan dan pembentukan di kulit oleh sinar matahari. Pengukuran kadar vitamin D dilakukan dengan mengukur kadar 25(OH) D. Indikasi pengukuran meliputi banyak kondisi klinis. Dengan pengukuran baru dapat diketahui status vitamin D tubuh apakah kurang, normal, atau lebih; baik kadar kurang atau lebih keduanya tidak baik bagi kesehatan.

Daftar Pustaka

1. Zakowski J. Clinical and analytical needs in vitamin D assays, and How to meet those needs. APFCB- Beckman Coulter Scientific Symposium Jakarta, Indonesia, 10 October 2015.
2. Holick MF, et al. Evaluation, treatment, and prevention of vitamin D deficiency: an Endocrine Society Clinical Practice Guideline. J Clin Endocrinol Metab 2011; 96: 1911–30.
3. Romagnoli E, Pepe, Piemonte S, Cipriani C, and Minisola S. Value and limitations of assessing vitamin D nutritional status and advised levels of vitamin D supplementation. Eur J Endocrinol 2013;169: R59–R69.
4. Moyad MA. Vitamin D: A Rapid Review. Dermatol Nursing 2009; 21(1)
5. Risteli J, Winter WE, Kleerekoper M, and Risteli L. Disorders of bone and mineral metabolism. In: Burtis CA, Bruns DE, Sawyer BG (eds). Tietz Fundamental of Clinical Chemistry and Molecular Diagnostics, 7th ed, St Louis: Elsevier Saunders 2015; p755-9.
6. MJ Salwen. Vitamin and trace elements. In: McPherson RA, Pincus MR (Eds). Henry’s Clinical Diagnosis and management by Laboratory Method. 22nd ed, Philadelphia: Elsevier Saunders, 2011 p 418-23.
7. Roche. Vitamin D total, 25 hydroxyvitamin D. Ref 05894913 190. (Kit Insert), 2012.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

clear formSubmit