Navigasi Menu
Hotline
|
Customer Service : Telepon. (021) 530-1390 Telepon. (021) 548-1608 |
Link Afiliasi
-

ABC Lab. (USA)
http://www.abclab.com -

ABC Lab. (Philippines)
http://www.abclab.com.ph
ADIPOSIT
| Pendahuluan
Pandangan terhadap jaringan lemak atau adiposa telah mengalami perubahan besar dalam jangka waktu 15 tahun akhir ini. Kalau sebelumnya ia dianggap depo cadangan energi semata atau sebagai insulator terhadap panas, maka sekarang telah diterima jaringan adiposa sebagai salah satu organ endokrin utama yang mengatur metabolisme tubuh, peradangan (inflamasi) dan respons imun. [1,2] Jaringan adiposa dibedakan menjadi jaringan adiposa putih (white adipose tissue = WAT) dan coklat (brown adiposa tissue = BAT). BAT bersifat termoregulator, sedangkan WAT sebagai organ endokrin. Dalam uraian ini akan dibahas secara singkat peran, zat-zat yang disekresikannya, serta pengaruhnya terhadap berbagai kelainan. Peran Adiposit Fungsi adiposit diperantarai oleh sejumlah molekul yang disekresikannya, dinamakan adipokin, yang bekerja baik secara autokrin, parakrin, ataupun endokrin. Adipokin yang dikenal antara lain adalah leptin, adipsin, properdin, resistin, interleukin-6 (IL-6), tumor necrosis factor, IGF-1, dan adiponektin. Dari semua molekul adiponektin maka yang paling penting menarik perhatian adalah adiponektin yang mengatur metabolisme lipid dan glukosa, mempengaruhi respons tubuh terhadap insulin, juga mempunyai efek antiinflamasi terhadap sel endotel dan karenanya dianggap dapat mencegah aterosklerosis, serangan jantung, juga dikaitkan dengan obesitas, resistensi insulin, diabetes, dan sindroma metabolik. (Lihat topik Adiponektin). Zat lainnya adalah IL-6, dan TNF-α yang berkaitan dengan proses inflamasi, penggunaan energi, meningkatkan liposis dan menurunkan lipogenesis. Komplemen dan ASP yang mempengaruhi sistem imun. PAI-1 dan Renin-Angiotensin yang mempengaruhi asupan makanan dan penggunaan energi. Hormon seks dan kortikosteroid masuk dalam sistem endokrin. Adiponektin, resistin, ligand PPAR-Y dan agouti serta asam lemak bebas (free fatty acid=FFA) dalam sistem metabolik. Jadi ada adipokin yang ekslusif hanya dihasilkan oleh adiposit seperti adiponektin dan leptin dan ada pula yang juga dihasilkan oleh sel-sel tubuh lainnya seperti TNF-α (sel otot, makrofag), hormon seks (gonald) dan protein RAS (ginjal, vaskular). Kebanyakan adiponektin tersebut disekresikan berlebih pada obesitas, misalnya TNF-α, leptin, RAS, IL-6 dan FFA. Pada penurunan berat badan adoponektin tersebut akan menurun pula kadarnya. ![]() Pengaruh Adiposit terhadap berbagai kelainan Dengan penemuan-penemuan tersebut di atas maka diajukan hipotesis bahwa disregulasi genetik jaringan adiponektin mungkin ikut berperan kepada patogenesis resistensi insulin dan kelainan terkait seperti diabetes melitus tipe 2, dan kelainan kardiovaskular. Juga terkait kelainan dislipidemia, hipertensi, peradangan, artritis, asma bronkial, dan trombosis. ![]()
Penulis : Prof. Marzuki Suryaatmadja |



