Graha Mas Blok C-18, Jl. Raya Pejuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11530. Telp: (021) 5301390, 5481608. Fax: 5485523 (Lab), 5302107 (Mkt). info@abclab.co.id

Jenis Pemeriksaan

Layanan Telepon & Fax

TLP. C.S.(021) 530-1390
TLP. C.S.(021) 548-1608
FAX LAB.(021) 548-5523
FAX MKT.(021) 530-2107

Layanan Online


C.S. 1

C.S. 2

Afiliasi Kami

ABC Lab. (USA)
www.abclab.com
ABC Lab. (Philippines)
www.abclab.com.ph

Total Kunjungan Web

Pemeriksaan Hormon Saliva

PENDAHULUAN

Secara fisiologi hormon bersirkulasi di dalam darah. Ada 2 bentuk hormon yaitu bentuk terikat dengan protein dan tak terikat protein (bebas). Bentuk terikat mencapai kira-kira 90-99% dari total hormon yang bersirkulasi di dalam darah. Secara biologis hormon yang aktif lebih kecil jumlahnya yang disebut hormon bebas / tak terikat. Hormon bebas di dalam aliran darah jumlahnya berkisar antara 1-10% dari total hormon.

Ada banyak cara pemeriksaan hormon (dari darah, saliva dan urin), tetapi yang paling mutakhir dan memiliki nilai diagnostik adalah dari bahan saliva, karena dapat mengukur kadar hormon bebas. Saliva merupakan medium yang sangat baik untuk mengukur hormon saliva merupakan ultra filtrat darah yang alami, sehingga hormon yang bebas di dalam darah akan berdifusi masuk ke dalam saliva.

KEUNTUNGAN PEMERIKSAAN HORMON DALAM SALIVA DIBANDINGKAN DARAH

  1. Saliva dapat mencerminkan fraksi aktif/bebas dari hormon di dalam darah (bahan dari darah dan urin mengukur kadar total hormon).
  2. Waktu pengumpulan lebih terkontrol, yang diperlukan untuk pengujian dasar (base line) hormon dengan variasi diurnal atau untuk evaluasi dosis terapi sulih hormon (TSH).
  3. Non invasif, sederhana, aman, bebas stress dan tidak sakit.
  4. Bersifat pribadi dan nyaman bagi pasien.
  5. Memungkinkan untuk pengembalian berulang diluar rumah sakit.
  6. Lebih stabil pada suhu ruang selama 3 minggu.

HORMON-HORMON YANG DIPERIKSA DARI SALIVA :

1. Estradiol

Estradiol adalah hormon yang paling potensial diantara ke 3 jenis estrogen. Umumnya ambang untuk efek fisiologis adalah 1,0 pg/mL saliva. Wanita yang mempunyai kadar dibawah nilai tersebut menunjukkan tanda-tanda defisiensi estrogen.

2. Estron

Estron berada dalam keseimbangan dengan estradiol dan mempunyai afinitas pengikatan reseptor estrogen kira-kira 1/10 estradiol. Pada masa pasca menopause terjadi peningkatan estron.

3. Estriol

Estriol adalah hormon yang paling lemah diantara ke 3 hormon estrogen, dengan afinitas pengikatan reseptor kira-kira 1/100 estradiol. Kadarnya meningkat selama masa kehamilan atau dengan konsumsi suplemen.

4. Progesteron

Kadar progesteron berfluktuasi selama siklus mensturasi dengan puncaknya pada fase luteal yaitu antara hari ke 20-23. Kadar progesteron untuk keadaan fisiologis adalah 0,1-0,5 ng/mL saliva. Kadar diatas 0,1 ng/mL pada fase luteal menunjukkan terjadinya ovulasi.

5. Testosteron

Testosteron mengalami variasi diurnal dan kadarnya menurun sesuai pertambahan usia, baik pria maupun wanita.

6. Cortisol

Merupakan hormon stress utama di dalam tubuh. Hormon ini mengalami variasi diurnal, yaitu turun kira-kira 90% dari pagi sampai petang hari. Ada 2 nilai rentang cortisol yaitu : pagi hari jam 6-8 pagi dan sore hari. Karena cortisol disekresi dengan cepat akibat respon stress, maka keadaan yang dapat menimbulkan stress menjelang pengambilan sampel harus dihindari. Untuk menentukan kelainan adrenal dapat dilakukan pemeriksaan cortisol saliva secara paralel sebanyak 4 kali sehari. Bila kadarnya sangat tinggi pada sore hari, diagnostik untuk sindrom cushing.

7. Dehidroepiandrosteron (DHEA)

DHEA adalah hormon androgen utama yang dihasilkan oleh cortex adrenal dan merupakan precursor untuk hormon androgen lainnya. Hormon ini juga mengalami variasi durnal dan menurun sesuai dengan pertambahan usia.

8. Melatonin

Melatonin dihasilkan oleh kelenjar pineal di otak disebut juga hormon tidur, merupakan hormon yang sensitive terhadap perubahan cahaya siang atau malam, berkaitan dengan irama sirkadian, menurun secara alamiah sesuai dengan umur. Dikatakan juga mempunyai sifat antioksidan yang paten.

WAKTU PENGUMPULAN SPESIMEN SALIVA

  1. Untuk semua pemeriksaan hormon saliva kecuali melatonin serta bila ada catatan khusus, saliva dikumpulkan pada pagi hari sebelum sikat gigi, makan, minum atau menggunakan make up.
  2. Khusus untuk pemeriksaan ganda seperti panel colesterol atau melatonin, pasien harus menahan diri untuk tidak sikat gigi atau makan dalam waktu 1 jam selama pengumpulan saliva.

CARA PENGAMBILAN SPESIMEN SALIVA

  1. Cuci tangan atau daerah mulut sebersih mungkin jika menggunakan krim hormon topical untuk menghindari kontaminasi saliva dengan bahan tersebut.
  2. Jika memakai krim hormon pada malam hari, lakukan 12 jam sebelum merencanakan pengumpulan saliva pagi harinya.
  3. Kumpulkan saliva pagi hari setelah bangun tidur.
  4. Kumur-kumur sebanyak 2 kali dengan air dingin (bila kesulitan menghasilkan saliva dapat merangsang saliva dengan cara menekan ujung dagu dengan keras.
  5. Buka tutup tabung gelas pengumpul saliva dengan meludah ke dalam tabung.
  6. Isi tabung hingga 3/4 bagian lalu tutup kembali.
  7. Isi label dan rekatkan pada tabung. Isi formulir permintaan sertakan juga tanggal serta jam pengumpulan saliva.

PENGIRIMAN DAN PENYIMPANAN SPESIMEN SALIVA

  1. Spesimen saliva dibawa ke laboratorium. Hormon dalam saliva stabil pada suhu ruangan selama 3 minggu, karena itu tidak memerlukan perlakuan khusus.
  2. Di laboratorium, spesimen disimpan pada suhu 4ºC sampai waktu pemeriksaan.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Ada beberapa metode pemeriksaan saliva yaitu RIA, EIA serta yang mutakhir LIA. Di Laboratorium ABC menggunakan EIA. Hasil dilaporkan dalam satuan pg/ml saliva.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Ellison P. Measurement of salivary progesterone. Ann N Y Acad Sci, 1992 : 161-176.
  2. Lipson S & Ellison P. Development of protocols for the application of salivary steroid analysis to field conditions. American journal of Human Biology 1989 : 1 : 249 – 255.
  3. Vining RF, McGinley RA. The measurement of hromones in saliva : Possibilities and pitfalls. J Steroid Biochem 1987 : 27 : 81-94.
  4. Paul Ling Tai. Revolution of hormone replacement therapy. Seminar 7 Workshop : Integrative Anti Aging Medicine 2006.

Penulis : Dr. Lucy Liana, SpPK

Lainnya