Graha Mas Blok C-18, Jl. Raya Pejuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11530. Telp: (021) 5301390, 5481608. Fax: 5485523 (Lab), 5302107 (Mkt). info@abclab.co.id

Jenis Pemeriksaan

Layanan Telepon & Fax

TLP. C.S.(021) 530-1390
TLP. C.S.(021) 548-1608
FAX LAB.(021) 548-5523
FAX MKT.(021) 530-2107

Layanan Online


C.S. 1

C.S. 2

Afiliasi Kami

ABC Lab. (USA)
www.abclab.com
ABC Lab. (Philippines)
www.abclab.com.ph

Total Kunjungan Web

Patologi Anatomi

Sampai saat ini interpretasi pemeriksaan histopatologi dan sitopatologi masih merupakan ‘baku emas’ (gold standard) bagi diagnosis sebagian besar penyakit.

Penanganan dan pengolahan bahan pemeriksaan histopatologi dan sitopatologi yang baik ikut menentukan ketepatan diagnosis dan hasil interpretasi sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut untuk pemeriksaan molekuler dan genetik.

A. Jaringan (Histopatologi)

  1. Siapkan wadah yang besarnya sesuai dengan jaringan yang akan disimpan. Sebaiknya jaringan tidak dipaksakan dimasukkan ke dalam wadah yang lebih kecil dari ukuran jaringan, sehingga terjadi penekukkan yang dapat merusak bentuk jaringan.
  2. Isi wadah dengan formalin 10% buffer hingga jaringan seluruhnya terendam.
  3. Masukkan sesegera mungkin jaringan segar ke dalam wadah formalin (kurang dari 30 menit).
  4. Jika jaringan berukuran besar (misalnya mastektomi), lakukan irisan sejajar berjarak kira-kira 1 cm agar seluruh bagian jaringan terpapar formalin. Irisan harus sedemikian rupa sehingga masih dapat dengan mudah dilakukan rekonstruksi oleh Spesialis Patologi Anatomik.
  5. Beri label identitas pasien dan jaringan yang diambil agar tidak tertukar.
  6. Pastikan wadah sudah ditutup dengan rapat dan benar agar formalin tidak tumpah/bocor.
  7. Segera kirim ke laboratorium Patologi Anatomi disertai formulir permintaan pemeriksaan yang telah diisi lengkap dan ditandatangani oleh dokter pengirim.

B. Sitologi (Cairan dan Apusan)

I. Bahan Apusan (apusan serviks, aspirasi)

  1. Bahan apusan diapuskan pada gelas dan secepatnya dimasukkan ke dalam cairan fiksasi alkohol 96% minimal selama 30 menit. Pastikan bagian gelas obyek yang dilekati bahan sudah terendam seluruhnya dalam cairan fiksasi.
  2. Sesudah 30 menit gelas obyek dapat dikeringkan dalam suhu ruang dan dikirim ke Laboratorium Patologi Anatomi dengan label identitas pasien.
  3. Bahan apusan sitologi aspirasi dapat dibiarkan kering pada suhu udara kamar tanpa fiksasi (untuk pulasan Giemsa).
  4. Untuk bahan apusan aspirasi dapat dikirimkan 2 macam bahan apusan :
    • Apusan yang dikeringkan tanpa fiksasi (untuk pulasan Giemsa)
    • Apusan yang difiksasi dengan alkohol 96%

    Bila hanya 1 bahan apusan yang dapat dikirimkan, maka kirimkan apusan yang difiksasi.

  5. Perhatikan proses pengemasan bahan apusan/slide. Pastikan proses pengemasan menggunakan wadah yang benar sehingga bahan apusan/slide tidak patah/pecah dalam perjalanan.

II. Cairan

  1. Cairan dapat dikirimkan langsung tanpa dibuat apusan. Cairan harus sesegera mungkin dikirimkan ke laboratorium patologi anatomi tanpa pengawet. Bila pengiriman tertunda, sebaiknya dimasukkan ke dalam kulkas (suhu 2-8°C).
  2. Bahan sputum sebaiknya dikirim segera di dalam wadah tertutup tanpa fiksasi.
  3. Pastikan wadah penampung bahan ditutup dengan rapat dan benar sehingga bahan tidak tumpah/bocor pada saat dikirimkan.

Pada proses penanganan spesimen patologi anatomi, fiksasi merupakan langkah yang sangat penting dan harus dilaksanakan dengan sempurna menggunakan zat fiksator yang baik karena sangat mempengaruhi langkah selanjutnya dalam pengolahan jaringan.

Tujuan fiksasi adalah :

  • Mencegah terjadinya autolisis dan pengaruh bakteri
  • mempertahankan bentuk dan isi jaringan mendekati keadaan sebelum difiksasi
  • Memungkinkan proses pengolahan jaringan selanjutnya berjalan dengan baik
  • Mempertahankan komponen-komponen jaringan atau sel (mengusahakan agar sesedikit mungkin molekul yang hilang pada proses selanjutnya)

Cara pembuatan larutan fiksasi yang dianjurkan (Formalin 10% buffer) :

  • Larutan formaldehide 40% ………………………………………….. 100 ml
  • Akuades ……………………………………………………………….. 900 ml
  • Sodium dihidrogen fosfat monohidrat …………………………….. 4,0 gr
  • Disodium hidrogen fosfat anhidrat ………………………………… 6,5 gr

Catatan :

Untuk permintaan pemeriksaan histopatologi, sitologi dan pap smear disediakan formulir permintaan khusus dari Lab ABC. Harap menggunakan form permintaan ini (bukan form lain) dan data-data yang diminta pada formulir harus diisi dengan lengkap untuk menunjang hasil interpretasi.