WA: 0815 9810 849 (021) 387 88888
Stroke Bukan Hanya Penyakit Lansia: Mengapa Usia Produktif Pun Berisiko

Laboratorium ABC (Amerind Bio-Clinic) · Oktober 2026 · Menyambut Hari Stroke Sedunia, 29 Oktober
Selama bertahun-tahun, stroke dianggap sebagai penyakit orang lanjut usia. Anggapan itu kini tidak lagi tepat. Perhimpunan Dokter Neurologi Seluruh Indonesia (Perdosni) menyampaikan bahwa stroke tidak hanya menyerang usia lanjut, tetapi juga mulai ditemukan pada usia produktif. Yang lebih mengkhawatirkan, stroke jarang muncul secara tiba-tiba. Di balik serangan yang tampak mendadak, proses kerusakan pembuluh darah biasanya sudah berlangsung bertahun-tahun tanpa disadari.
Artikel ini membahas data stroke di Indonesia, bagaimana stroke menyelinap, siapa saja yang berisiko, dan pemeriksaan apa yang dapat membantu mendeteksi risikonya lebih awal.
Stroke di Indonesia dalam Angka
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi stroke berdasarkan diagnosis dokter pada penduduk usia 15 tahun ke atas mencapai 8,3 per 1.000 penduduk. Beberapa data penting lainnya:
- Penyebab utama kecacatan dan kematian. Stroke menyumbang 11,2% dari total kecacatan dan 18,5% dari total kematian di Indonesia.
- Beban biaya besar. Stroke termasuk penyakit katastropik dengan pembiayaan tertinggi ketiga setelah penyakit jantung dan kanker, mencapai Rp5,2 triliun pada 2023.
- Variasi antarprovinsi. Prevalensi tertinggi tercatat di DI Yogyakarta (11,4 per 1.000), Sulawesi Utara (11,3), dan DKI Jakarta (10,7), diikuti Jawa Barat dan Kalimantan Timur (masing-masing 10).
- Tidak mengenal usia. Menurut Perdosni, stroke dapat ditemukan sejak usia 10 tahun, dengan jumlah kasus terbanyak pada usia 45–80 tahun.
Stroke Tidak Terjadi dalam Semalam
Stroke yang paling sering terjadi adalah stroke iskemik, yakni sumbatan pada pembuluh darah otak. Sumbatan ini umumnya merupakan ujung dari proses panjang bernama aterosklerosis: penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah yang membuatnya menebal, mengeras, dan menyempit.
Proses ini berlangsung diam-diam. Gejala biasanya baru terasa setelah pembuluh darah menyempit hingga lebih dari 70% atau ketika plak pecah dan membentuk gumpalan darah yang menyumbat aliran ke otak. Banyak orang baru mengetahuinya ketika serangan jantung atau stroke sudah terjadi. Sumber medis internasional menyebutkan bahwa aterosklerosis dapat mulai berdampak pada kesehatan pembuluh darah sejak usia 30-an.
Mengapa Usia Produktif Pun Bisa Terkena?
Kajian literatur tentang stroke pada usia produktif di Indonesia menunjukkan bahwa kejadiannya merupakan kombinasi beberapa faktor risiko:
- Hipertensi, faktor risiko utama stroke, termasuk stroke ringan.
- Diabetes melitus, yang merusak pembuluh darah dari waktu ke waktu.
- Dislipidemia (kolesterol dan lemak darah tidak normal).
- Gaya hidup tidak sehat: merokok, pola makan tinggi lemak, dan kurang aktivitas fisik.
- Faktor tambahan: stres, obesitas, dan riwayat keluarga.
Kementerian Kesehatan menegaskan bahwa sekitar 90% kasus stroke dapat dicegah dengan mengendalikan faktor-faktor risiko tersebut. Artinya, sebagian besar risiko stroke berada dalam jangkauan pencegahan, asalkan diketahui sejak dini.
Stroke Senyap dan Tanda Peringatan Dini
Stroke senyap
Tidak semua stroke menimbulkan gejala yang jelas. Pada stroke senyap (silent cerebral infarction), sumbatan kecil di otak merusak sebagian kecil jaringan otak tanpa gejala yang tampak. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Stroke (American Heart Association) pada 2008 memindai otak orang paruh baya tanpa riwayat stroke dan menemukan bahwa 10,7% di antaranya ternyata pernah mengalami stroke senyap. Stroke senyap tetap berbahaya karena meningkatkan risiko stroke berikutnya dan dapat memengaruhi daya ingat.
Catatan: angka ini berasal dari studi internasional, bukan data Indonesia.
Gangguan irama jantung
Fibrilasi atrium, jenis gangguan irama jantung yang paling umum, membuat darah mudah menggumpal di bilik jantung. Penelitian menunjukkan kondisi ini lebih dari menggandakan risiko stroke senyap, dan bila tidak diobati dikaitkan dengan risiko stroke sekitar lima kali lipat menurut American Stroke Association.
TIA atau “stroke ringan”
Transient ischemic attack (TIA) memiliki mekanisme yang sama dengan stroke, tetapi gejalanya hilang dengan sendirinya, umumnya dalam hitungan menit hingga jam dan tidak lebih dari 24 jam, tanpa kecacatan menetap. Karena itu TIA sering diremehkan. Padahal TIA adalah sinyal bahaya: jika tidak ditangani, ia dapat berlanjut menjadi stroke atau kerusakan otak permanen. Siapa pun yang mengalaminya perlu segera mencari pertolongan medis.
Dua Jenis Stroke
- Stroke iskemik (sumbatan): sekitar 70–80% dari seluruh kasus stroke.
- Stroke hemoragik (pecah pembuluh darah): sekitar 10–20% kasus.
Keduanya adalah keadaan darurat. Setiap menit keterlambatan dapat menyebabkan lebih banyak sel otak mati, yang berujung pada kecacatan atau kematian.
Kenali Tanda Stroke dan Segera ke Rumah Sakit
Tanda-tanda yang perlu diwaspadai menurut American Stroke Association antara lain gangguan keseimbangan, bicara pelo, wajah mencong atau tidak simetris, kelemahan pada satu sisi tubuh, hilangnya sebagian penglihatan, dan sakit kepala hebat. Kementerian Kesehatan mengampanyekan slogan “SeGeRa ke RS” sebagai pengingat untuk segera membawa penderita ke fasilitas kesehatan begitu tanda-tanda ini muncul. Keterlambatan penanganan menyebabkan kematian jaringan otak yang berujung pada kecacatan, bahkan kematian.
Langkah Pencegahan
- Periksa tekanan darah secara rutin, meskipun merasa sehat.
- Kendalikan kolesterol dan gula darah melalui pola makan dan, bila perlu, obat sesuai anjuran dokter.
- Aktif bergerak. Kemenkes mengusung tema “Ayo Melangkah Kalahkan Stroke Mulai dari Diri Sendiri” pada peringatan Hari Stroke Sedunia 2024.
- Kurangi garam, gula, dan lemak jenuh; perbanyak sayur dan buah.
- Jangan merokok.
- Jaga berat badan ideal dan kelola stres.
- Disiplin minum obat hipertensi, diabetes, atau gangguan irama jantung.
- Lakukan skrining berkala, terutama bila ada riwayat keluarga dengan stroke atau penyakit jantung.
Kemenkes sendiri menargetkan deteksi dini dislipidemia pada penderita diabetes melitus dan hipertensi, dengan sasaran sekitar 10,5 juta penduduk pada 2024. Pemeriksaan profil lipid direkomendasikan terutama bagi kelompok berisiko tertinggi ini.
Pemeriksaan Laboratorium untuk Menilai Risiko Stroke
Pemeriksaan laboratorium tidak mendiagnosis stroke itu sendiri. Pencitraan seperti CT scan atau MRI dilakukan di rumah sakit untuk keperluan tersebut. Namun hasil laboratorium membantu menilai faktor risiko yang mendasarinya, sehingga pencegahan dapat dimulai sebelum terlambat. Di Laboratorium ABC, pemeriksaan yang dapat menjadi bagian dari penilaian risiko antara lain:
- Profil lipid: kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.
- Gula darah puasa dan HbA1c: gambaran kadar gula darah saat ini dan rata-rata 3 bulan terakhir.
- Fungsi ginjal (kreatinin, ureum) dan asam urat.
- Hematologi lengkap, termasuk hematokrit.
- Pemeriksaan koagulasi (PT/APTT) dan fibrinogen.
- hs-CRP dan homosistein: penanda peradangan dan risiko pembuluh darah.
Hasil pemeriksaan sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter untuk menentukan langkah berikutnya.
Kesimpulan
Stroke bukan lagi penyakit yang hanya mengintai usia lanjut, dan ia hampir selalu didahului proses panjang yang tidak bergejala. Kabar baiknya, sebagian besar kasus dapat dicegah. Mengetahui angka tekanan darah, kolesterol, dan gula darah Anda adalah langkah pertama yang paling sederhana. Jangan menunggu gejala muncul untuk memeriksakan diri.
Artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan konsultasi medis. Bila Anda atau orang di sekitar Anda menunjukkan tanda-tanda stroke, segera menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan RI. Cegah Stroke dengan Aktivitas Fisik (media briefing Hari Stroke Sedunia, 25 Oktober 2024). kemkes.go.id; sehatnegeriku.kemkes.go.id
- Kementerian Kesehatan RI. Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023; data prevalensi per provinsi melalui Databoks Katadata.
- Kementerian Kesehatan RI (Keslan). Transient Ischemic Attack (TIA). keslan.kemkes.go.id
- Kementerian Kesehatan RI. Hari Stroke Sedunia (27 Oktober 2023). sehatnegeriku.kemkes.go.id
- Cleveland Clinic. Atherosclerosis; Penn Medicine. What is Atherosclerosis?
- Stroke: Journal of the American Heart Association (2008), studi stroke senyap pada orang paruh baya.
- American Stroke Association; American Heart Association, informasi stroke senyap dan fibrilasi atrium.
- Kajian literatur faktor risiko stroke pada usia produktif di Indonesia (Jurnal Keperawatan, Universitas Pahlawan).


