WA: 0815 9810 849 (021) 387 88888
Sudah Menopause, Masih Perlu Tes HPV?

Usia bertambah bukan berarti risiko HPV dan kanker serviks hilang.
Banyak perempuan menganggap pemeriksaan kesehatan reproduksi tidak lagi diperlukan setelah menopause. Anggapan ini perlu diluruskan, karena infeksi human papillomavirus (HPV) masih dapat ditemukan pada perempuan usia lanjut.
HPV Masih Ditemukan pada Usia 50+
Penelitian di Jakarta oleh Murdiyarso dkk. (2016) melibatkan 11.224 perempuan yang menjalani pemeriksaan HPV dan sitologi serviks. Dari data tersebut, 6,89% perempuan berusia ≥50 tahun masih terdeteksi HPV. Angka ini lebih rendah daripada kelompok usia muda, tetapi tidak nol. HPV juga sering tidak menimbulkan gejala, sehingga seseorang bisa terinfeksi tanpa menyadarinya.
Mengapa Risiko Tetap Ada Setelah Menopause?
Sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan gejala dan bersifat sementara. Namun pada sebagian orang, infeksi menetap dapat menyebabkan lesi prakanker maupun kanker serviks. Beberapa faktor membuat perempuan pascamenopause perlu lebih waspada: springer
- Perubahan daya tahan tubuh dan lingkungan vagina. Penurunan imunitas serta perubahan mikroekologi vagina pada perempuan pascamenopause dapat meningkatkan risiko infeksi dan menyulitkan tubuh membersihkan virus, sehingga lebih mudah menjadi infeksi menetap. nih
- Puncak kedua infeksi HPV. Data epidemiologi menunjukkan adanya puncak kedua insiden HPV risiko tinggi pada perempuan pascamenopause. Penyebabnya diduga penurunan imunitas terkait usia dan perubahan jaringan genital akibat kekurangan estrogen. dovepress
- Risiko setelah usia 65 tahun. Studi di Wuhan melaporkan bahwa tingkat infeksi HPV risiko tinggi meningkat setelah usia 65 tahun. Penulisnya menyarankan batas usia skrining dipertimbangkan untuk diperpanjang. researchsquare
- Kanker serviks pada perempuan lansia. Pada studi lain, perempuan di atas 65 tahun mencakup sekitar 20% dari seluruh kasus baru kanker serviks. nih
Penelitian dari Denmark juga menemukan bahwa pada perempuan lansia yang HPV-positif tetapi hasil Pap smear-nya negatif, 21% mengalami kanker atau lesi prakanker serviks dalam 10 tahun. Pada perempuan yang keduanya negatif, angkanya hanya 1,7%. Ini menunjukkan bahwa pemeriksaan HPV memberi informasi risiko yang tidak selalu terlihat dari Pap smear. Fox News
Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan
Segera konsultasikan dengan dokter apabila mengalami:
- Pendarahan setelah menopause
- Pendarahan yang tidak biasa
- Keputihan abnormal
- Nyeri panggul
Gejala-gejala ini tidak selalu berarti kanker serviks, tetapi perlu dievaluasi tenaga medis. Karena HPV sering tidak bergejala, tidak adanya keluhan bukan jaminan bebas infeksi.
Kenali Risiko HPV Lebih Dini
Salah satu pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah HPV DNA Genotyping, yaitu tes untuk mendeteksi tipe HPV tertentu. Tipe HPV risiko tinggi, misalnya HPV 16 dan 18, penting diketahui karena berkaitan dengan risiko lesi prakanker. Satu studi kohort pada perempuan pascamenopause menemukan bahwa usia lebih tua, paritas lebih tinggi, HPV 16/18, dan hipertensi merupakan faktor risiko independen untuk HSIL. dovepress
Laboratorium ABC (Amerind Bio-Clinic) menyediakan pemeriksaan HPV DNA Genotyping. Konsultasikan dengan dokter untuk menentukan pemeriksaan yang sesuai dengan kondisi Anda, termasuk seberapa sering perlu diulang.
📍 www.abclab.co.id | Instagram & Facebook: abc.laboratorium
Daftar Pustaka
- Murdiyarso LS, et al. (2016). Single and multiple high-risk and low-risk Human Papillomavirus association with cervical lesions of 11,224 women in Jakarta. Cancer Causes & Control. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27752850/
- Savira M, et al. (2022). Prevalence Oncogenic Human Papillomavirus in Cervical Cancer Patients in Riau Province Indonesia. Reports of Biochemistry & Molecular Biology. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8903359/
- Shen Y, et al. (2021). Human papillomavirus infection rate, distribution characteristics, and risk of age in pre- and postmenopausal women. BMC Women’s Health. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC7905912
- Ye J, Wu G. Primary HPV Infection in Postmenopausal Women: A Cohort Study to Enable Risk-Stratified Management. Dove Medical Press. https://www.dovepress.com/article/download/112600
- Nanjing First Hospital (2024). HPV infection in postmenopausal women in Nanjing, China. BMC Women’s Health. https://link.springer.com/10.1186/s12905-024-02904-8
- Kjaer SK, et al. Studi HPV vs Pap smear pada perempuan lansia, Cancer Research (dilaporkan di https://www.foxnews.com/story/for-older-women-hpv-test-better-cancer-screen-than-pap-smear).


