WA: 0815 9810 849 (021) 387 88888
Mengapa Skrining Hipotiroid Kongenital Penting bagi Bayi Baru Lahir

Setiap orang tua mendambakan bayi yang sehat. Namun bayi yang tampak normal saat lahir bisa saja membawa risiko tersembunyi bagi perkembangan otaknya: hipotiroid kongenital (HK). Kondisi ini dapat dicegah dampaknya bila terdeteksi dini lewat Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK). Kementerian Kesehatan RI sudah menetapkan kebijakan skrining ini, yaitu pada tahun 2014. ui
Apa Itu Hipotiroid Kongenital?
Hipotiroid kongenital adalah kekurangan atau ketiadaan hormon tiroid pada bayi sejak lahir. Kelenjar tiroid di leher bagian depan memproduksi hormon thyroxine (T4) dan triiodothyronine (T3), yang mengatur metabolisme tubuh dan mendukung perkembangan otak.
Pada HK, kelenjar tiroid bayi bisa:
- tidak terbentuk sama sekali (agenesis),
- terbentuk terlalu kecil (hipoplasia),
- berada di posisi tidak normal (ektopik), atau
- gagal mensintesis hormon (dishiroidogenesis).
Mengapa Bayi Tampak Normal Saat Lahir?
Selama di dalam kandungan, bayi mendapat sebagian pasokan hormon tiroid dari ibunya melalui plasenta. Bekal ini membantu bayi tetap tampak sehat saat lahir, tetapi tidak bertahan lama setelah persalinan. Tanpa deteksi dini, gangguan pada perkembangan otak berjalan diam-diam tanpa gejala yang mencolok. Gambaran klinis HK sering kali tidak terlihat dan banyak bayi tidak terdiagnosis. paediatricaindonesiana
Seberapa Sering Terjadi?
- Global: insiden HK berdasarkan hasil skrining neonatal adalah 1:2.000 hingga 1:3.000. brin
- Indonesia: skrining di 11 provinsi pada 2000–2013 menemukan hasil tinggi pada 73 dari 199.708 bayi, atau sekitar 1:2.736. Dengan sekitar 5 juta kelahiran per tahun dan insiden 1:3.000, diperkirakan ada lebih dari 1.600 bayi dengan HK setiap tahunnya. undipui
Mengapa Waktu Sangat Menentukan?
Hormon tiroid dibutuhkan untuk perkembangan otak. Para ahli menekankan bahwa dampak kekurangan hormon tiroid pada otak yang sedang berkembang dapat dicegah dengan deteksi dini melalui skrining bayi baru lahir dan terapi tiroksin dalam 2 minggu pertama kehidupan. Diagnosis setelah periode emas ini dianggap sebagai diagnosis terlambat. ui
Bukti dari Indonesia menunjukkan dampak keterlambatan:
- Studi di RSCM Jakarta menyimpulkan bahwa terapi hormon tiroid yang terlambat berdampak negatif pada kemampuan intelektual. ui
- Pada pasien dalam studi tersebut, hampir semua didiagnosis setelah usia 1 bulan, dengan usia median saat terapi dimulai 1,5 tahun. ui
- Sebaliknya, bila terapi dimulai dalam beberapa minggu pertama setelah lahir, luaran perkembangan saraf umumnya normal. paediatricaindonesiana
Artinya, semakin cepat HK ditemukan dan diterapi, semakin besar peluang anak tumbuh dan berkembang optimal.
Tanda dan Gejala yang Sering Terlambat Disadari
Gejala khas HK umumnya baru tampak setelah beberapa waktu, saat dampak pada otak mungkin sudah mulai terjadi. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan:
- Kuning (jaundice) berkepanjangan, lebih dari 2 minggu
- Sering sembelit atau pusar menonjol (hernia)
- Bayi lemah dan terlalu banyak tidur (letargi)
- Bayi sangat tenang, jarang menangis, atau tangisan lemah/serak
Karena tanda-tanda ini sering muncul terlambat atau samar, jangan menunggu gejala untuk melakukan skrining.
Pencegahan dan Langkah yang Dapat Dilakukan
Hingga kini belum ada cara pasti mencegah terjadinya HK pada anak. Namun beberapa langkah dapat membantu menekan risiko:
- Cukupi asupan yodium selama kehamilan, misalnya melalui garam beryodium serta makanan kaya yodium seperti ikan laut dan produk susu.
- Hindari obat yang memengaruhi fungsi tiroid, atau konsultasikan dulu dengan dokter sebelum mengonsumsi obat tertentu selama hamil, terutama obat anti-tiroid.
- Lakukan skrining pada bayi baru lahir. Inilah cara terbaik mendeteksi HK sedini mungkin agar terapi tidak terlambat.
Pemeriksaan di Laboratorium ABC
Untuk konfirmasi diagnostik dan pemantauan fungsi tiroid bayi secara berkala, Laboratorium ABC menyediakan pemeriksaan:
- TSH (Thyroid Stimulating Hormone)
- Free T4 (FT4)
Pengambilan sampel dapat dilakukan nyaman di rumah melalui layanan Home Service Laboratorium ABC. Konsultasikan dengan dokter anak Anda untuk menentukan waktu dan pemeriksaan yang sesuai.
www.abclab.co.id | Instagram & Facebook: abc.laboratorium
Daftar Pustaka
- Kemenkes RI. (2023). Pedoman Skrining Hipotiroid Kongenital (SHK).
- WHO. Congenital Hypothyroidism Screening & Management Guidelines.
- IDAI. (2017). Panduan Praktik Klinis: Diagnosis & Tatalaksana Hipotiroid Kongenital.
- Congenital Hypothyroidism: Screening and Management. Pediatrics (AAP). https://publications.aap.org/pediatrics/article/151/1/e2022060420/190308/
- Effect of delayed diagnosis and treatment of congenital hypothyroidism on intelligence and quality of life: an observational study. Medical Journal of Indonesia. https://mji.ui.ac.id/journal/index.php/mji/article/view/3473
- Soetikno V. How important is early detection and prompt treatment in congenital hypothyroidism patients?Medical Journal of Indonesia (editorial). https://mji.ui.ac.id/journal/index.php/mji/article/download/4370/1618
- Screening and Treatment of Congenital Hypothyroid. (2024). BRIN. https://karya.brin.go.id/46071/1/2355-7583_11_1_2024-8.pdf
- Congenital hypothyroidism and associated visual-motor and intellectual development.https://www.nature.com/articles/s41390-025-03850-3
- Treatment of the infant with congenital hypothyroidism. J Pediatr. https://www.jpeds.com/article/S0022-3476(02)00357-8/fulltext
- Physiology, Thyroid Hormone. StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500006/
- Neonatal Jaundice. StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK532930/
- Newborn Screening. StatPearls. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK558983/


