: Graha Mas Blok C-18, Jl. Raya Pejuangan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11530.       : Telp: (021) 5301390, 5481608. Fax: 5485523 (Lab), 5302107 (Mkt).       : info@abclab.co.id

Pemeriksaan Anti Nuclear Antibody (ANA)

Apa yang dimaksud dengan penyakit autoimun?

Autoimun merupakan penyakit yang disebabkan karena sistem imun tubuh keliru dalam mengenali kompenen tubuhnya sendiri. Sistem imun pada pasien autoimun mengenali komponen tubuhnya sebagai zat asing/ patogen yang harus dihancurkan, sehingga mengakibatkan kerusakan pada sel/jaringan (inflamasi).

Apa saja jenis-jenis penyakit autoimun ?

Secara garis besar penyakit autoimun Dibagi 2, yaitu :

1. Autoimun Sistemik adalah penyakit autoimun yang menyerang lebih dari satu organ dan bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, seperti Systemic Lupus  Erythematosus, Rheumatoid Arthritis, Scleroderma, Sjögren Syndrome, dll

2. Autoimun Organ Spesifik adalah penyakit autoimun yang hanya menyerang  organ tertentu saja, seperti  autoimun pada kelenjar tiroid, pankreas, hati, saluran pencernaan, ginjal, dll. 

Bagaimana mendiagnosis  penyakit autoimun?

Penyakit autoimun umumnya memiliki gejala yang  bermacam-macam dan sering kali tidak khas. Oleh karena itu, dibutuhkan tes laboratorium untuk  membantu penegakkan diagnosis autoimun. Tes  laboratorium untuk deteksi autoimun adalah Anti  Nuclear Antibody (ANA). ANA merupakan antibodi yang dapat mengikat dan merusak komponen inti sel dan sitoplasma. Prevalensi ANA pada penyakit  autoimun ditemukan cukup tinggi, yaitu berkisar 20%-100%.  Tes laboratorium yang dapat dilakukan untuk mendeteksi ANA adalah tes skrining (ANA IF), dan tes monospesifik (ANA Profile).

  1. ANA IF

ANA IF merupakan tes serologi awal untuk mengetahui adanya kekeliruan sistem imun yang dapat  menyebabkan penyakit autoimun. Tes ANA IF  merupakan standar baku emas untuk pemeriksaan ANA. Tes ini berfungsi untuk mendeteksi keberadaan ANA dalam tubuh pasien yang dicurigai autoimun.  Jika hasil tes ANA IF positif maka dapat dilanjutkan dengan tes monospesifik (ANA Profile) untuk  mengetahui antibodi spesifik apa yang menyebabkan penyakit autoimun. Jenis antibodi yang berbeda dapat menyebabkan penyakit autoimun yang berbeda.

2. ANA Profile

ANA Profile 3 Plus DFS70 merupakan tes kualitatif terhadap 16 jenis antigen berbeda secara in vitro. Prinsip kerja tes berdasarkan ikatan antibodi pada sampel pasien dengan antigen yang berada di strip. Penambahan konjugat enzim dan substrat akan mengkatalisis perubahan warna. Hasil yang positif akan menghasilkan pita berwarna hitam pada strip

Mengapa penting dilakukan pemeriksaan ANA  Profile 3 plus DFS70?

Pemeriksaan ANA Profile 3 plus DFS70 sebagai tes  lanjutan untuk melengkapi pemeriksaan ANA IF.  Pemeriksaan ANA IF dan ANA Profile tidak harus 100% saling berkolerasi. Tes ANA IF menggunakan native cells, memungkinkan beberapa antigen terekspresi lemah pada sel sehingga dapat menyebabkan hasil negatif pada ANA IF. Antigen pada ANA Profile 3 plus DFS70 merupakan monospesifik dan memiliki  konsentrasi antigen lebih tinggi dibandingkan ANA IF. Namun, ANA Profile 3 plus DFS70 hanya mendeteksi 16 jenis autoantibodi, sehingga ada kemungkinan  beberapa autoantibodi pada tes ANA IF tidak dapat  terdeteksi.

Berikut merupakan tabel interpretasi hasil ANA
Profile 3 Plus DFS70 berdasarkan intensitas pita yang terbentuk:

Apakah perbedaan antara tes ANA IF dan ANA Profile?

Tes ANA IF dan ANA Profile  dapat saling melengkapi untuk diagnosis penyakit autoimun. Hasil tes serologi harus selalu disesuaikan dengan gejala klinis pasien untuk menegakkan diagnosis yang akurat. Hasil tes serologi negatif, tidak menyingkirkan keberadaan suatu penyakit.

Apakah spesimen pemeriksaanya ?

Pemeriksaan ANA IF dan ANA Profile menggunakan spesimen berupa serum, plasma EDTA, heparin atau sitrat. Stabilitas spesimen dapat mencapai 14 hari pada suhu 2-8°C. Pengambilan spesimen pada pasien tidak memerlukan persiapan khusus

Apakah semua jenis penyakit autoimun dapat terdeteksi melalui tes ANA Profile?

Tidak semua antibodi penyakit autoimun dapat  terdeteksi pada ANA Profile. Tes ANA Profile dapat  mendeteksi 16 antibodi yang umum ditemukan pada beberapa autoimun seperti MCTD, SLE, SSc, dll. Untuk kecurigaan autoimun yang lebih spesifik seperti  Autoimmune Thyroid, Myasthenia Gravis dapat  melakukan tes penunjang lainnya yang lebih spesifik.

Apakah hasil ANA Profile bisa digunakan untuk monitoring?

Hasil ANA Profile bersifat kualitatif, ditentukan  berdasarkan intensitas pita yang terbentuk pada strip. Sehingga, hasil tidak bisa digunakan untuk monitoring aktivitas penyakit.

Contact us on WhatsApp